Mengenal Serka Darwis, TNI yang Rela Bertaruh Nyawa Bantu Anak Desa Sekolah

    0
    BERBAGI

    KATAMEDIA.CO – Baru-baru ini sosok Serka Muhammad Darwis menjadi viral setelah aksinya membantu anak-anak sekolah menyeberangi sungai dengan alat seadanya.

    Prajurit TNI Korem 143/HO Kendari itu rela bertaruh nyawa menyeberangi derasnya arus Sungai Ranteangin di Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara demi anak-anak desa di sana bisa bersekolah.

    Sudah sejak tahun 2012 silam, setiap harinya lelaki ini bergelantungan di tali penyeberangan darurat yang membentang di Sungai Ranteangin Kabupaten Kolaka Utara.

    Aksi Serka Darwis ini hanya berbekal selembar papan yang sudah diikat dengan dua batang bambu yang sudah dimodifikasi seperti tempat duduk.

    Serka Darwis pun berulang-ulang menyeberangi sungai yang memiliki kedalaman hingga enam meter itu dengan cara meniti kawat besi.

    Di atas papan sepanjang tak sampai dua meter itu, duduklah dua atau tiga anak sekolah dan Serka Darwis. Lalu mereka meluncur pelan ke tepi sungai di seberang.

    Kondisi itu terjadi karena tidak ada jalan alternatif lain yang bisa digunakan warga Desa Maroko, Kecamatan Wawo untuk menuju Desa Tinakari, Kecamatan Ranteangin, Kolaka Utara.

    Di desa itu belum terdapat fasilitas pendidikan ataupun  pasar, sehingga warga Desa Marako harus menyeberangi sungai agar bisa sampai tujuan.

    Kondisi tersebut sudah berlangsung berpuluh-puluh tahun, namun hingga kini Pemerintah Daerah Kolaka Utara tidak kunjung membangun jembatan penghubung dua wilayah itu.

    “Kalau cuaca bagus bisa dibantu sama kakak-kakaknya, kalau cuaca buruk saya harus ada di situ karena berbahaya,” ujarnya.

    Menurut informasi yang dibagikan akun Facebook, Yuni Rusmini, sejak tahun 2009, Serka Darwis bertugas membina empat desa. Yakni di Kelurahan Ranteangin, Desa Landolia, Desa Rantebaru dan Desa Maroko.

    Kehadiran Serka Darwis di Ranteangin sejak tahun 2009, diakui memang telah memberi inspirasi. Pria kelahiran Bulukumba 48 tahun lalu itu, telah menebar kebaikan bagi empat desa binaannya tersebut.

    Menurut penduduk setempat, aktivitas menyeberangkan anak tersebut menjadi pekerjaan rutin Serka Darwis kecuali saat sang Babinsa mendapatkan tugas lain.

    Anggota TNI yang akan pensiun 6 tahun lagi itu menyebut, niatnya untuk membantu didasari oleh harapan agar anak-anak di Desa tersebut bisa tetap mengenyam pendidikan.

    “Sebagai anggota Babinsa kita diwajibkan untuk membantu masyarakat, bukan hanya mengetahui masalah masyarakat tapi juga harus dicarikan solusinya. Termasuk soal akses pendidikan masyarakat di wilayah dampingannya kita,” ujar Darwis.

    Berkat ketulusannya membantu siswa dan warga di Desa Maroko, Kecamatan Rante Angin, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Serka Darwis mendapatkan piagam penghargaan dari Danrem 143 HO, Kolonel Inf Andi Perdana Kahar, SH.

    Menerima penghargaan, ternyata tidak membuat sosok Darwis menjadi besar kepala. Hal itu justru penghargaan tersebut dinilainya sebagai sebuah tantangan baru.

    Tiga prinsip utama yang dipegangnya dalam menjalankan tugasnya yakni tulus, ikhlas dan bertanggung jawab. Sehingga seberat apapun tugas yang diberikan kepadanya, ia tidak pernah merasa terbebani, melainkan ikhlas melakukan semuanya.

    Ia pun berharap agar apa yang dilakukakannya tersebut bisa bermanfaat bagi warga, khususnya bagi siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Sehingga, anak-anak di Desa Maroko Dusun IV bisa terus melanjutkan pendidikannya meskipun terisolir. (ALDI) 

    LEAVE A REPLY

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.