Universitas Pamulang Larang Mahasiswi Bercadar, Ini Alasannya

Universitas Pamulang Larang Mahasiswi Bercadar, Ini Alasannya

0
BERBAGI

KATAMEDIA.CO –  Kampus Universitas Pamulang (Unpam), Kota Tangerang Selatan membuat peraturan baru yang kontroversial.

Peraturan yang diberlakukan adalah larangan bercadar bagi mahasiswi dan berambut gondrong bagi mahasiswa.

Sebuah spanduk berukuran 1×3 meter berisi aturan berpakaian terlihat jelas dari lapangan parkir yang terpasang di salah satu gedung Universitas Pamulang (Unpam), Tangerang Selatan.

Tidak hanya spanduk, aturan berpakaian tersebut juga dicetak dalam banner yang terpasang di seluruh wilayah kampus. Salah satunya juga terlihat di depan Kantor Wakil Rektor III Universitas Pamulang.

Larangan itu pun tertuang dalam SK. Rektor Nomor : 338/A/U/Unpam/V/2017. Meski di dalamnya mengatur secara umum tentang tata berbusana perkuliahan. Namun, di sana terdapat penegasan jika hijab yang bercadar tidak diperkenankan bagi seluruh mahasiswinya.

Wakil Rektor Unpam Bidang Kemahasiswaan Ir. Sewaka mengungkapkan bahwa pelarangan menggunakan cadar demi kelancaran proses perkuliahan.

“Unpam ini kan sekolah umum, tidak berlandaskan agama manapun. Kita ingin perkuliahan berjalan lancar. Proses komunikasi juga harus lancar, contohlah saya dengan Anda berkomunikasi dengan menutup muka (bercadar) buat apa?” kata Sewaka seperti dikutip dari Suara Independen.

Sewaka melanjutkan, “Kita juga kan ingin tahu ekspresi, apakah serius atau tidak, lebih-lebih dalam proses belajar. Soal tidak boleh gondrong ini soal kesopanan berpenampilan saja.”

Sejumlah mahasiswa dan mahasisiwi yang ditemui mengaku, jika peraturan larangan mengenakan cadar mulai diterapkan beberapa bulan lalu, yakni sebelum memasuki bulan Ramadan.

“Kebijakan itu resmi dari pihak Rektorat, mulai diterapkan sekira bulan Mei-Juni lalu, waktu itu sedang ramai masalah pembubaran HTI,” kata salah satu mahasiswa semester 5, Fauzi.

Alasannya, lanjut dia, yaitu untuk menjaga etika saat berkomunikasi dan tatap muka. “Di Fakultas dan Jurusan juga sudah ada sosialisasinya,” tambah mahasiswa Fakultas Ekonomi Unpam tersebut.

Peraturan baru tersebut menuai banyak penolakan dari para mahasiswa. Salah satu yang menolak adalah mantan ketua umum Badan Koordinasi (Badko) HMI Se- Jabotabeka dan Banten, Rudi Gani.

Rudi menyatakan, setiap kampus memang memiliki otoritas dalam membuat aturan dalam wilayah civitasnya, Hanya saja, aturan tersebut juga harus memenuhi unsur keadilan dan kepatutan. Menurutnya jika aturan memicu kontroversi, artinya aturan itu tidak memenuhi kedua unsur itu.

“Soal rambut dan cadar, ya selama orang tersebut tidak bermasalah dan menganggu aktivitas perkuliahannya, kenapa harus dilarang. Yang penting kan civitas perkuliahannya tidak terganggu.Nilainya tidak jeblok, di kampus sopan dan punya etika,” Pungkasnya. (ALDI)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.