Pelarangan Sepeda Motor Jadi Bentuk Diskriminasi, Ini Kata Djarot

Pelarangan Sepeda Motor Jadi Bentuk Diskriminasi, Ini Kata Djarot

0
BERBAGI

KATAMEDIA.CO – Menjadi bentuk diskrimnasi pelarangan sepeda motor di jalan protokol menurut publik. Namun, Gubernur DKI Jakarta Djatrot Saiful Hidayat membantahnya, ia mengatakan justru dengan pelarangan sepeda motor akan memaksa warga untuk menggunakan transportasi publik.

“Tujuan utama nya bukan masalah diskirmiasni, tujuan utamanya bagaimana kita mendorong bagaimana warga itu memnafaatkan transportasi publik,” kata Djarot di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (9/8).

Djarot mengatakan sudah meminta Dinas Perhubungan membangun tempat untuk park and ride. Dan nantinya pengendara motor diharapkan dapat memarkirkan kendarannya di kantong kantong parkir.

“Kita harus paksa, termasuk menggunakan commuter line. Ini yang saya rasa satu solusi yang kita tempuh,” jelas dia.

Sementata aturan untuk mobil akan diberlakukan program jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP). Hal ini nantinya diharapkan dapat menekan angka penggunaan mobil di Ibu Kota.

“Oleh karenanya ini antisipasi tahun depan kalau ada ERP itu dibenahi lagi. Ya kalau ERP saya bilang kalau mereka kaya lewat saja (bayar jalan).

Sebelumnya motor dilarang melintas dari Jalan Medan Merdeka Barat hingga kawasan Bundaran HI. Belakangan DKI sedang menggodok peraturan untuk memperpanjang daerah pelarangan motor sampai ke kawasan Senayan. (FATRYCIA)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.