Rahasia Dibalik Peci Miring Soekarno

Rahasia Dibalik Peci Miring Soekarno

0
BERBAGI
Photo by : Okezone.com

KataMedia.co – Soekarno dan peci hitam tak dapat terpisahkan dari dirinya. Ia selalu mengenakan peci hitam di setiap kesempatan. Namun apakah kalian sadar, bahwa Soekarno memakai peci dengan miring. Ternyata penggunaan peci miring oleh Bung Karno tersebut dengan tujuan untuk menutupi bekas luka di dahinya akibat ia terjatuh dari pohon beringun ketika sedang bermain.

RM Soekarno keponakan RM Soemosewoyo bapak angkat Soekarno, ia menjelaskan bahwa mengapa Soekarno selalu memakai peci miring untuk menutupi luka di dahinya akibat jatuh dari pohon beringin saat bermain di depan rumah nya. Sangat disayangkan, saksi bisu dari kejadian tersebut sudah tidak ada. Pohon beringin yang saat itu menjadi tempat bermain Soekarno hingga ia terjatuh sudah roboh akibat hempasan angin kencang pada tahun 1970-an. “Keluarga kita sempat mendapat intimidasi dari militer atas ambruknya pohon beringin ini, kita dikira tidak pro Orde Baru,” tandas Soeharyono seperti di kutip dari Merdeka.com

Lokasi pohon beringin tersebut terletak di depan rumah Soekarno di desa Pojok, Kecamatan Wates – Kabupaten Kediri. Pohon tersebut sering menjadi tempat bermain Soekarno dan teman-teman nya yang sering ia ajak, seperti dr Soetomo, R Sosrokartono (Kakak kandung RA Kartini) serta HOS Tjokroaminoto dan juga Muso, tokoh PKI asal Jagung Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.

Soeharyono menjelaskan, selain bekas luka yang berada di dahi Bung Karno, pohon beringin tersebut juga menjadi tempat Soekarno untuk melatih orasi dan gaya berorasi yang saat itu di didik oleh HOS Tjokroaminoto. Pak Tjokro yang juga mertua ketika kos di Peneleh Gang II/27 Surabaya. Tempat dimana Soekarno melatih berorasi saat ini di pasangi tiang bendera, dimana selalu di adakan kegiatan upacara pada saat kegiatan hari besar Nasional.

Di samping pohon beringin tersebut, ada juga pohon yang menjadi saksi perjalanan percintaan ayah Soekarno, R Soekemi. Pohon tersebut adalah pohon kantil raksasa. Soemohardmodjo menanam pohon tersebut  pada tahun 1850, pohon tersebut pun pernah dimanfaatkan oleh ayah Soekarno untuk mematahkan hatinya meminang Ida Nyoman Rai Srimben yang berasal dari Bali. (Ariya)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.