Observers Of The Young Economy Mendukung RUU Redominasi Disahkan

Observers Of The Young Economy Mendukung RUU Redominasi Disahkan

0
BERBAGI

KATAMEDIA.CO – Wacana redenominasi mata uang rupiah kini sudah saatnya ditekan dan difokuskan. Sebab, pangkasan angka (nol) akan menjadi hal yg menakjubkan di level mancanegara. Maka hal ini harus menjadi perhatian khusus BI (Bank Indonesia), Pemerintah dan DPR RI untuk menekan laju ekonomi yang harus membaik. Terang Hasyemi Faqihudin, peneliti di Observers of the young economy. Rabu (2/8/2017)

Ia menambahkan, apabila redominasi terealisasikan, ia meyakini bahwa kesuksesan pemerintah dalam sektor ekonomi kerakyatan bertahap terkikis dengan baik, karena redominasi langkah yang sangat efektif dan dinanti.

Dalam berbagai sumber, tercetusnya Ide redenominasi berawal dari Darmin Nasution yanng muncul pada tahun 2010 lalu, saat itu darmin menjabat sebagai Pjs Gubernur Bank Indonesia (BI). Darmin menyangka, bahwa Rp 100.000 adalah pecahan terbesar kedua di dunia, di bawah Vietnam sesuai dengan riset Bank Dunia.

Namun pada saat itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Januari 2011 mengatakan, implementasi redenominasi harus memperhatikan kondisi inflasi agar tetap membaik.

Dan wacana redominasi tentunya harus ada persetujuan dari DPR RI. Tetapi pada tahun 2010 DPR menolak mentah-mentah ide tersebut dengan tuduhan redominasi bisa menimbulkan gejolak ekonomi negara. Akan tetapi, pada tahun 2012 redomimasi masum dalam draft Prolegnas (Program Legislasi Nasional).

Dalam pencapaian Target ditahun 2016, redenominasi sudah dimulai dengan memperhatikan inflasi. Sehingga dugaan DPR RI dalam gejolak ekonomi tidak terjadi.

Tetapi berdasarkan informasi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) redenominasi juga belum ada kejelasan. Tiba-tiba pada September 2014, Pimpinan DPR Sohibul Iman mengungkit redenominasi saat sidang paripurna pengesahan UU APBN 2015. Nilai belanja APBN Rp 2.039,5 triliun terlalu besar, sehingga nolnya perlu dikurangi.

Semoga harapan untuk menekan perekonomian masyarakat dan ekistensi di level mancanegara harus segera direalisasikan. Pungkas Hasyemi saat ditemui di Komplek DPRD Kab. Bogor. (ALDI)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.