Tidak Mau Mengikuti Ketua Kelas, Siswi SD ini Disiksa

Tidak Mau Mengikuti Ketua Kelas, Siswi SD ini Disiksa

0
BERBAGI
KATAMEDIA.CO – Seorang Siswi kelas IV SD Negeri 1 Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, diduga menjadi korban bullying atau perundungan oleh teman-teman sekelasnya. kini kondisi psikisnya tengah terguncang.

Korban dipindahkan sekolah oleh orang tuanya setelah mengetahui anaknya menjadi bahan bullying dan mengantisipasi hal yang tak diinginkan.

Ketua Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kudus, Noor Haniah, menyampaikan, saat ini pihaknya tengah mengupayakan proses pendampingan hukum bagi korban.

Insiden terjadi pada Rabu, 19/7/2017. Saat itu proses belajar mengajar sedang berlangsung. Namun, guru tidak berada di kelas karena sedang rapat.

Haniah menyebutkan, korban diduga dipukuli dan rambutnya dicukur. Selain itu, alat vital korban juga dilukai dengan benda keras oleh sembilan teman sekelasnya.

Bullying terjadi karena korban tak mau mengikuti keinginan ketua geng di kelas itu,” kata Haniah kepada Kompas.com, Selasa (1/8/2017).

Haniah sangat menyayangkan insiden tersebut bisa terjadi mengingat para murid yang terlibat masih berusia di bawah umur. Kasus ini memancing perhatian serius JPPA Kudus.

Ini juga menjadi pertanyaan Haniah dimana peran orangtua dan tenaga pendidik di sekolah favorit tersebut.

“Kenapa sampai juga ada geng-gengan. Lalu bagaimanakah orangtua dan guru itu memantau serta mendidik. Saat itu memang gurunya memberi tugas karena ada rapat. Tapi hal ini seharusnya tak terjadi jika cara mendidiknya benar. Pihak sekolah juga teledor karena terjadi saat jam sekolah,” tegas Haniah.

Pasca kejadian, lanjut Hania, pihak keluarga langsung berupaya memindahkan A ke sekolah lain. Selain korban sudah diperiksa medis di rumah sakit, kasus itu juga sudah dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kudus.

“Korban trauma berat. Kami minta ada pembinaan dari pelaku. Kami juga tengah lakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah supaya tak terjadi hal serupa lagi. Hasil visum dokter, tubuh korban banyak luka dipukuli. Alat vital korban juga mengalami lecet karena dilukai dengan suatu benda,” katanya. (FATRYCIA)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.