Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Lempar Dagangan PKL, Begini Kronologinya

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Lempar Dagangan PKL, Begini Kronologinya

0
BERBAGI

KATAMEDIA.CO – Aksi brutal seorang pria melempar dagangan Pedagang Kaki Lima (PKL) ramai dibicarakan di media sosial, dan menjadi viral.

Ternyata sosok pria yang melakukan aksi tersebut bukanlah orang biasa. Diketahui, pelempar dagangan PKL adalah Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Endrizal.

Kesal, mungkin itulah yang dirasakan oleh Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang ketika melihat Pedagang Kaki Lima (PKL) berjualan seenaknya di badan jalan di Pasar Raya Padang.

Di video itu, terlihat pejabat yang biasanya murah senyum ini mengangkat dan melempar keranjang buah-buahan milik PKL ke aspal jalan. Tak hanya itu, seikat pisang tak luput menjadi lauapan kemarahannya dengan melemparnya ke aspal jalan.

Video itu juga memperlihatkan, emak-emak yang empunya dagangan, segera membereskan dagangannya. Ia memungut buah-buahan yang berada di badan jalan, termasuk yang dihempaskan oleh Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal tersebut.

Saat dikonfirmasi, Endrizal langsung menanggapi.

“Saya tidak mempermasalahkan video yang beredar tersebut. Karena saya yakin apa yang telah dilakukan tidak salah,”ujarnya saat dikonfirmasi, di sela-sela penutupan Padang Expo, Minggu (30/7). dikutip dari harianhaluan.com

Dijelaskan Endrizal kejadian tersebut berada di Pasar Raya tepatnya di depan Blok III, sekitar pukul 10.30 WIB. Pada saat itu, mobil yang sedang melewati pasar tidak sengaja hampir menabrak barang dagangan pedagang. Pedagang tersebut langsung marah dan memukul-mukul mobil. Melihat aksi pedagang yang marah tersebut, supir kendaraan turun.

“Dengan penuh emosi pedagang tersebut langsung memarahi supir dan terus memukul mobil,”ujar Endrizal di Lantai III Blok III.

Aksi Endrizal ini pu langsung menjadi viral dan menjadi perbincangan warganet. Berikut sebagian komentar netizen.

Ida Yulia, “Astagfirullahal adzim….”

Nursya Fitri, “Sia tu paja nan mancampak an galeh urg tu..tp kdg2 urg ko mada lo…ntah ma nan ka disalahan.”

Tongku Apriel Hasibuan, “Wah parah tu bg.”

Mukarramah Indra, “Menertibkan pedagang kaki lima hrs tegas klau lembek nyo baol lalu sajo Caliak di jln pasaraya hbs  Jl jo padagang kaki limo Shg awak indak dapek jln dibueknyo jd hrs kare petugas y.”

Randy Adi Tama, “….. 100 % tidak mendidik
Bikin Malu Caranya Menertibkan…. emng ngk ada cara halus yah….
Kota Yang Identik Dengan kesejukan dan Keadilan Jadi Tercoreng
Colek Pak Walikota Walikota Mahyeldi.”

Feti Ressusanti, “Keras dan tegas itu beda, walaupun tipis skali prbedaannya. Banyak cara yg harus dlakukan untk mnrtipkan para PKL tp tdak dg mncampakan dagangan orang macam itu. Apakah pemerntah tau bagaimna dagangan itu bsa ada, darimana mrka mmperoleh dagangannya? Tdkkah para pimpinan tdak brfkr ksana?… itu bkn cara pimpinan untuk mnrtipkan kora khususnya bagi Pdgang kaki lima.”

Gibran Gokil, “Kok pejabat kayak gitu ya laporkan aja.”

Sementara itu, Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Andalas, DR. Asrinaldi ketika diminta komentarnya mengatakan, secara otoritas, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal punya kewenangan untuk melarang PKL berjualan di badan jalan, namun caranya salah.

“Saya rasa caranya yang tidak tepat. Kan bisa memakai cara persuasif, tidak harus seperti itu,” ujarnya, Minggu, 30 Juli 2017. (ALDI)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.