Seorang Aktivis Mahasiswa Berikan Kritik Pedas Kepada Ridwan Kamil

Seorang Aktivis Mahasiswa Berikan Kritik Pedas Kepada Ridwan Kamil

0
BERBAGI

KATAMEDIA.CO –  Bakal calon Gubernur Jawa Barat yang di usung Partai Nasional Demokrat (Nasdem), yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Bandung,  Ridwan Kamil terus blusukan menjumpai warga Jawa Barat. Dengan target untuk bertarung pada Pilkada Jawa barat 2018 mendatang.

Hari ini, Sabtu (29/7) kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, menggelar temu wicara dengan para petani di Kabupaten Bogor.

Emil mengatakan, ada dua program prioritas yang akan coba diterapkan jika terpilih menjadi Gubernur Jawa Barat nanti. Program-program kerja yang dinilai baik dan berhasil diterapkan di Kota Bandung akan coba diterapkan juga di Jawa Barat.

“Saya di Bandung itu mengeluarkan 6 miliar untuk guru guru mengaji dari magrib sampe isya. Tinggal apakah memadai jika dikalikan 27 kota dan kabupaten se-Jawa Barat. Kan mungkin 150 miliar, ya seharusnya memungkinkan,” ujar Emil pada wartawan di Desa cibatok satu, kec. Cibungbulang sebelum Kabupaten Bogor, Sabtu (29/7).

Kang Emil juga menegaskan, program yang dinilai baik di Kota Bandung tersebut, hingga kini masih dalam tahap list program yang akan disesuaikan dengan kemampuan dana dan lainnya.

Ketika sesi tanya jawab digelar dengan para petani di kabupaten bogor, seorang aktivis mahasiswa yang juga warga kabupaten Bogor, Hasyemi Faqihudin mempertanyakan keseriusan kang Emil apabila menjadi gubernur jawa barat.

“Mengacu pada UU No 18/2012 tentang pangan, bagaimana langkah kongkritnya menyoal ketahanan pangan, sebab bicara petani bicara lahan, tetapi realitanya banyak terjadi konversi pengalihan fungsi lahan di jawa barat, khususnya di kab.bogor?” tanya Hasyemi.

Mahasiswa asal Bogor itu pun menantang, apabila Ridwan Kamil ingin menduduki Gubernur Jawa Barat, pastikan dahulu langkah pasti menyoal masalah yg kompleks yaitu pertanian, pertenakan hingga infrastruktur.

“Kalo soal melihat yang sudah sudah, dalam penerapan ketika memimpin di kota Bandung dan sekarang ingin di Jabar satu, ya jelas berbeda dengan kondisi kab/kota yang lainnya, saya berharap pola pemikirannya jangan kebelakang, tapi kedepan untuk masalah yg luas”. Lanjut Hasyemi yang juga mantan ketua BEM Fikom di Unv. Mercu Buana Jakarta.

Namun kang Emil menyatakan, yang menjadi misi besarnya ke depan yaitu ingin membuat pusat-pusat perekonomian di wilayah Jabar tengah ke selatan. Karena, dia menilai kawasan tersebut masih sangat tertinggal dibandingkan Jabar tengah ke utara. “Contohnya misal Bekasi yang kini menjadi salah satu pusat perekonomian, karena banyak industri di sana,” Jelas Emil.

Dan ia menambahkan, akan membuat regulasi baru terkait alih fungsi lahan produktif, agar cita cita petani dapat bangun dan menghasilkan ketahanan pangan”. Tutup kang Emil.  (ALDI)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.