Soekarno Tak Puasa Saat Kemerdekaan Indonesia

Soekarno Tak Puasa Saat Kemerdekaan Indonesia

0
BERBAGI
Detik-detik pengibaran sang saka Merah-Putih di depan kediaman rumah Soekarno. Photo by : cloudfront.net

KataMedia.co – Upacara proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945, bertepatan dengan bulan suci ramadhan 1364 hijriah. Pada saat itu Soekarno membacakan teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang sudah ia tulis bersama Hatta di kediaman Laksamana Maeda. Namun menariknya, terrnyata Bung Karno sedang dalam keadaan tidak berpuasa saat itu, padahal sebelum nya ia telah melakukan santap sahur bersama para tokoh pejuang Kemerdekaan di kediaman Laksamana Maeda ketika sedang menyusun teks proklamasi. Setelah usai menulis teks proklamasi, semua tokoh dan para pemuda menuju ke rumah Soekarno yang berada di Jl. Pegangsaan Timur Jakarta.

Pada pukul 08:00 pagi Soekarno masih terlelap yang kemudian di bangunkan oleh Soeharto, Soeharto sendiri adalah dokter pribadi Soekarno. Bung Karno mengeluh dan berkata “Pating greges” yang artinya “pada sakit” kepada Soeharto, lekas lah di suntikkan cairan Chinineurethanintramusculair kedarah Bung Karno dan kemudian di lanjut dengan meminum obat Brom Chinine. Karena Soekarno telah meminum obat, maka batal lah puasa yang ia jalan kan pada hari itu.

Kondisi sakit yang Soekarno rasakan saat itu, lantaran ia sedang menderita sakit Malaria Tertiana. Namun tepat pukul 10:00, Bung Karno dengan gagah dan lantang membacakan teks proklamasi di teras kediaman rumahnya. Upacara Kemerdekaan berlangsung dengan sangat sederhana, dimana tidak ada protokol untuk kegiatan tersebut, tidak ada nya pula konduktor serta paduan musik. Tiang bendera yang digunakan pun di buat dari sebatang bambu yang di tanam hanya beberapa menit menjelang upacara. Memang sangat lah sederhana bahkan terlihat miris pada masa itu, dimana seharusnya detik-detik bersejarah dapat dilakukan dengan perayaan yang besar.

Tapi kita patut bangga dengan keserdehanaan tersebut, Indonesia adalah Negara pertama di dunia yang lahir setelah Perang Dunia Kedua. Berbeda dengan Negara-negara lainnya, dimana Kemerdekaan nya di berikan begitu saja oleh para penjajah sebagai hadiah. Kemerdekaan Indonesia di dapat atas usaha rakyat nya sendiri yang berjuang dengan seluruh jiwa dan raga demi mendapatkan Kemerdekaan, dan dapat mengusir para penjajah dari bumi pertiwi. (Ariya)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.