Menhan Akan Ganti Ospek Kampus Jadi Bela Negara

Menhan Akan Ganti Ospek Kampus Jadi Bela Negara

0
BERBAGI

KATAMEDIA.CO –  Kementerian Pertahanan RI tahun ini membuka Rapat Koordinasi Pembekalan kepada Rektor/Ketua/Direktur dan Koordinator Kopertis Perguruan Tinggi se-Indonesia. Rabu (26/7) di Kantor Kemhan, Jakarta.

Pertemuan ini dilakukan dalam rangka Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) bagi mahasiswa baru 2017.

Sebentar lagi sebagian besar perguruan tinggi di Indonesia akan menjalani tahun ajaran baru 2017/2018. Itu berarti, semua kampus akan menggelar kegiatan untuk menyambut mahasiswa baru.

Di beberapa perguruan tinggi, hari penerimaan mahasiswa baru dimaknai lewat orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek). Sayangnya, sejumlah kasus menunjukkan kegiatan ini berujung pada tindak kekerasan, perundungan, hingga maut.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu serius ingin menanamkan pendidikan bela negara kepada setiap warga. Kali ini diupayakan Ryamizard dengan mengganti masa orientasi mahasiswa dengan pelatihan bela negara.

“Orientasi ospek saya ganti dengan bela negara 3 hari di kelas, 3 hari di luar. Itu lebih bermanfaat daripada cukur plontos, ikat ikat. Lucu lucuan saja,” ucap Ryamizard Rycadu.

Melalui kegiatan pembinaan kesadaran bela negara pada kegiatan pengenalan kampus inilah, diharapkan setiap mahasiswa memiliki kesadaran dan tanggung jawab atas dirinya untuk mengaktualisasikan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari baik di dalam maupun di luar Kampus.

Itulah sebabnya Kegiatan Pembinaan Kesadaran Bela Negara ini harus dilaksanakan setiap tahun kepada Mahasiswa baru dan tidak menutup kemungkinan kepada Mahasiswa secara keseluruhan.

Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu selaku tuan rumah dalam acara tersebut berharap banyak kepada perguruan tinggi.

Ia meminta para pendidik di kampus tidak hanya berperan membentuk generasi yang berkualitas secara intelektual saja. Akan tetapi, penting juga untuk membekali mahasiswa-mahasiswinya dengan kemampuan menjaga keutuhan, serta kelangsungan hidup bangsa dan negara.

“Jangan sampai mencetak ilmunya saja. Dia pandai tapi rasa bela negara enggak ada. Itu seperti senjata yang menghantam balik bangsa sendiri. Jadi tumbuhkan bela negara dengan ilmunya,” tegas Mantan Kepala Staf Angkatan Darat.

Ryamizard  menyebut bela negara penting untuk menghadapi paham radikalisme yang belakangan berkembang dan menjadi perhatian pemerintah.

Kegiatannya di Kemhan berlangsung dua hari, pada 25-26 Juli 2017. Pada hari kedua ini, para peserta selain akan mendapatkan pengarahan dari Menhan Ryamizard Ryacudu, juga akan mendengarkan penerangan dari empat Menteri Kabinet Kerja lainnya. Mereka ialah Menristek Dikti Mohamad Nasir, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM Wiranto.

Ke depannya, para pendidik di perguruan tinggi dapat mengoordinasikan program ini dengan institusi terkait, seperti TNI, Polri, Pemda, dan lembaga negara lain. (ALDI)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.