Ini Dia Pesantren Yang Berdiri Di Atas Kaki Sendiri

Ini Dia Pesantren Yang Berdiri Di Atas Kaki Sendiri

0
BERBAGI

KATAMEDIA.CO-  Tidak banyak pesantren di Jabodetabek yg pembiayaannya berdiri di atas kaki sendiri. Banyak Pesantren yg masih bersandar pada bantuan pemerintah atau perusahaan swasta.

Namun tidak dengan Pesantren Daarul Mughni al-Maliki, pesantren ini, menurut pengasuhnya KH. Musthofa Mughni, M.A., belum pernah mengajukan atau meminta bantuan finansial dari pihak pemerintah atau swasta. “Kami membuka unit-unit usaha, dari sana kami dapat mengembangkan pesantren” Ujar KH. Musthofa saat mendampingi kunjungan para kyai di pesantrennya.

Pesantren dgn luas tanah 9 hektar yg didirikan 17 tahun lalu ini kini mempunyai unit-unit usaha yang dikelola oleh asatidz dan alumninya, antara lain usaha pembuatan furniture dan mebeuler, konveksi dan bordir, percetakan dan penerbitan buku, koperasi, bank mini bahkan perusahaan penyewaan armada bis yg diberi nama : DM Tours (Darul Mughni Tours). “Saat ini kami baru membeli 5 unit armada bis, dan santri-santri kami ajak wisata perbulan yg kini berjumah 3500 santri sesuai dengan jadwal kelasnya. Seperti ziarah ke Banten dan wisata sekitarnya”. Ujar KH. Musthofa menjelaskan.

Keinginannya untuk memajukan umat Islam agar dapat berdikari sudah ia mulai semenjak berkuliah di UIN Jakarta dulu. Saat itu, Mustofa Mughni juga membina majelis ta’lim dan mulai berwirausaha. Tak heran jika saat ini Kyai yang menyelesaikan studi Magister di Institut Ilmu Quran (IIQ) ini menginginkan santrinya agar menguasai ilmu kewirausahaan.

“Semua kebutuhan santri kami buat sendiri, seperti buku dan buku tulis yg kami cetak sendiri dan harga bisa lebih murah atau sama dengan harga buku di luar, keunggulan, buku yg kami cetak telah melewati revisi, spt buka ushul fiqih dan qowaid fiqh “Mabadi Awaliyah” masih banyak di luar sana kesalahan cetak yg fatal. Disini buku tersebut telah kami revisi dan merujuk kepada kitab ‘al-Asybah wa al-Nazhoir” yang digarap oleh ahlinya seperti Ust. Musyaffa Basya (guru senior pesantren Darul Rahman yg produktif-red). Demikian juga karya-karya beliau seperti Syarh Jurumiyah, Syarh Imrithi kami cetak dan kami terbitkan disini, dan telah mendapat izin beliau.” Ujar Musthofa menjelaskan.

Pimpinan pesantren dan para guru yg melakukan kunjungan tersebut antara lain: KH. Masyhuri Baidlowi (pengasuh pesantren Darus Salan, Indramayu), KH. Muhammad Jamhuri (pengasuh pesantren Multazam-Bogor) KH. Musthofa, Ust. Kosim Susilo, Ust. Sobari dan lain-lain.

“Kami mendapat inspirasi yang banyak hari ini dari kyai Musthofa dan Pesantren asuhannya” ujar Jamhuri.

Semoga pesantren lain dapat menerapkan sisi positif dari Pesantren ini. Amin.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.