Menteri Soepeno Tak Gentar Ditembak Belanda

Menteri Soepeno Tak Gentar Ditembak Belanda

0
BERBAGI
Menteri Pembangunan dan Pemuda dalam Kabinet Hatta I, Photo by: Merdeka.com

KataMedia.co –  Perjuangan untuk mendapatkan Kemerdekaan Republik Indonesia, mengakibatkan ribuan korban berjatuhan. Korban pun tidak hanya dari rakyat biasa, tetapi juga seorang Menteri Kabinet Republik Indonesia. Soepono, Menteri Pembangunan dan Pemuda dalam Kabinet Hatta. Ia meninggal sewaktu menjabat dalam jabatan tersebut akibat Agresi Militer Belanda II. Ketika Belanda menyerang Indonesia pada 19 Desember 1948. Soepeno ketika menjabat sebagai menteri, ia ikut melakukan gerilya bersama para pejuang Kemerdekaan lainnya.

Hal tersebut mengakibatkan ia menjadi salah satu buruan dari pasukan Militer Belanda. Peristiwa tersebut terjadi ketika Pasukan baret merah Belanda, Korps Speciale Troepen terjun merebut Lapangan Terbang Maguwo di Yogyakarta. Setelah pasukan baret merah Belanda tiba, tak lama mendarat pesawat-pesawat berjenis Dakota menurunkan pasukan komando baret hijau mereka dengan cepat menguasai Yogyakarta. Soekarno, Hatta dan pejabat Pemerintahan ditangkap saat itu.

Ketika Soekarno dan pejuang lainnya tertangkap, Jendral Soedirman bergerak masuk hutan untuk mempimpin Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk bergerilya. Tidak semua penjabat sipil menyerah, banyak dari pejabat sipil yang mengikuti pergerakan gerilya. Maka dari itu, kabinet ketujuh Republik Indonesia atau sering disebut Kabinet Hatta I memiliki julukan Kabinet gerilya.

Ketika Yogyakarta jatuh ketangan Belanda, Soepeno ikut bergerilya dan memberikan perlawanan kepada Militer Belanda. Namun setelah berbulan – bulan ia dan rombongan melakukan gerilya, mereka tertangkap Militer Belanda di wilayah Nganjuk Jawa Timur pada tanggal 24 Februari 1949, tepatnya di sebuah pancuran air yang di desa Ganter, Dukuh Ngliman Ngajuk Jawa Timur.  Ia pun di suruh jongkok bersama para pejuang lainnya dan dia pun introgasi oleh Militer Belanda.

Naas nya, Soepeno di tembak di bagian pelipis dan tewas seketika, Soepeno mengatakan bahwa ia adalah penduduk asli di daerah tersebut ketika sedang di introgasi.  Belanda pun tidak percaya, walaupun Soepeno berpakaian layaknya penduduk setempat. Militer Belanda pun terus mendesaknya hingga salah seorang Serdadu Belanda menempelkan ujung senjata apinya di pelipis Soepeno dan kemudian di tembak lah pelipis tersebut.

Tidak hanya Soepeno, Belanda pun mengeksekusi enam orang lainnya dan Ajudan Soepeno serta Mayor Samudro pun di tembak mati saat itu. Soepeno pun di makamkan di Nganjuk Jawa Timur, namun setahun kemudian makamnya di pindahkan ke TMP Semaki, Yogyakarta. Soepeno pun di tetapkan sebagai Pahlawan Nasional dan masyarakat mengenal nya sebagai Menteri gerilya. (Ariya)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.