Waspada Janji Lolos CPNS ! Ini Yang Di Ingatkan Kementrian PANRB

Waspada Janji Lolos CPNS ! Ini Yang Di Ingatkan Kementrian PANRB

0
BERBAGI

KATAMEDIA.CO – Survey yang di gelar Polling Center bersama Indonesia Corruption Watch (ICW) sebagai masukan untuk perbaikan di apresiasikan oleh Kementrian Pendayagunanaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa rekrutmen CPNS dipersepsikan sebagai salah satu sektor yang rentan korupsi.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB Herman Suryatman mengatakan  penyebab utama seleksi CPNS masih dipersepsikan rentan korupsi adalah karena warisan persepsi.

“Masih ada masyarakat yang memiliki persepsi kurang baik dengan seleksi CPNS. Mereka berpikir kelulusan ditentukan karena sogokan atau koneksi seperti zaman dulu,” ujar Herman dalam keterangannya, Sabtu (22/7/2017).

Praktik korupsi pada seleksi CPNS bukan kondisi riil saat ini. Masyarakat masih banyak yang menganggap dengan adanya iming-iming oknum/cali yang menawarkan seolah-olah bisa membantu menjadikan CPNS.

Pasca terbitnya UU No. 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), kebijakan dan manajemen ASN termasuk dalam fase rekrutmen telah berbasis kualifikasi, kompetensi dan kinerja yang relatif bebas dari KKN.

Implementasinya antara lain dengan menggunakan dukungan teknologi informasi. Mulai dari pengusulan formasi melalui e-formasi, pendaftaran secara online, serta pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan menggunakan Computer Assisted Test(CAT).

Seleksi CPNS sepenuhnya menggunakan CAT yang hasilnya secara real time dapat dimonitor. Mulai tahun ini, Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) juga akan menggunakan CAT. “Kalau pakai CAT sulit dimanipulasi. Pelaksanaannya sangat fair,” jelas dia.

Maka dari itu para peserta CPNS diharapkan waspada dan tidak percaya adanya janji untuk bisa meloloskan tes CPNS. Pengrekrutan ini diamani para PNS yang dulu melewati seleksi CPNS menggunakan CAT.

Pengolah Data Junior Kementerian Keuangan, Alby Prilia Anggana mengatakan dari segi transparansi sudah baik karena masing-masing peserta bisa langsung mengetahui nilainya setelah selesai mengerjakan tes, dan nilai tersebut muncul ketika hasil tes diumumkan penyelenggara. “Risiko manipulasi nilai/kecurangan sangat kecil,” ujarnya.

Asisten Konselor Adiksi BNN, Oktavia Ruthdian, juga mengatakan hal serupa. Ia juga mengatakan seleksi menggunakan CAT sangat fair karena hasil tes dapat langsung dilihat.

Hal yang terkaid dengan adanya penipuan seleksi CPNS dari oknum tertentu yang meminta sejumlah uang, Herman meminta untuk berpartisipasi dengan masyarakat untuk melakukan kontrol sosial guna memastikan tidak ada oknum yang melaksanakan praktik KKN.

“Sebaik apapun sistem yang dibangun, kemungkinan terjadi penyimpangan itu ada. Karena itu kami mohon peran serta masyarakat untuk melakukan kontrol sosial,” pungkasnya. (FATRYCIA)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.