Tiga Tokoh Yang Dirindukan

Tiga Tokoh Yang Dirindukan

0
BERBAGI
Dari Kiri Sutan Sjahrir, Soekarno, dan Hatta. Foto By: bing.com

KataMedia.co –  Belanda menyerah kepada Jepang pada Maret 1942, penyerahan kekuasaan berlangsung dengan cepat. Setelah Jepang berkuasa, mereka berusaha mendapatkan dukungan dari rakyat Indonesia. Maka Jepang membebaskan tokoh-tokoh pemberontak seperti Hatta, Sjahrir, dan yang lainnya. Selanjutnya pada Juli 1942, Bung Karno pun juga dibebaskan dari pengasingannya di Bengkulu.  Sesampainya Soekarno tiba di Jakarta, ia memutuskan agar bertemu dengan Hatta dan Sjahrir di rumah Bung Hatta.

Pertemuan ini dapat dikatakan sebagai bagian dari sejarah. Karena setelah berjuang secara sendiri-sendiri sejak tahun 1931, ketiga tokoh tersebut baru bertemu pertama kalinya setelah keluar dari pengasingan. Dari pertemuan ketiga tokoh tersebut, Soekarno berpendapat untuk sementara Indonesia perlu mengikuti keinginan Jepang agar Kemerdekaan Republik Indonesia bisa di dapatkan tanpa perlu bertumpah darah. Namun disisi lain, Sjahrir menolak bentuk perjuangan yang berkoalisi dengan Jepang dan Sjahrir lebih memilih meneruskan perjuangan grilya dengan membentuk  perkumpulan masa agar semangat Kemerdekaan tetap terjaga.

Namun Bung Karno dan Bung Hatta sepakat untuk  berkoalisi  dengan pihak Jepang, hal tersebut sering menjadi polemik yang tidak kunjung usai dalam sejarah bangsa ini. Soekarno dan Hatta memiliki pandangan tentang keputusan nya tersebut. Mereka berharap dengan bersatunya dengan Jepang, ini adalah langkah yang paling taktis  agar Indonesia segera mendapatkan Kemerdekaan nya tanpa harus berperang melawan Jepang yang memiliki kekuatan Militer dan persenjataan yang mengerikan.

Disisi lain para tokoh pergerakan yang berada di medan tempur  seperti Tan Malaka serta Sjahrir, menganggap Soekarno dan Hatta terlalu lembut dan pengecut untuk melawan kekuasaan Jepang di Indonesia. Sjahrir pun memuncak pada saat Jepang melakukan kerja paksa (Romusha) 4 sampai 10 juta pribumi dipekerjakan paksa untuk membangun basis Militer, terowongan dan pengangkutan bahan pangan bagi Jepang. Ketika Jepag mengalami kekalahan yang berturut-turut dalam peperangan di Pasific melawa sekutu nya. Sjahrir berpendapat ini adalah waktu yang sangat tepat untuk menyatakan Kemerdekaan Republik Indonesia, ia segera mendesak Soekarno untuk memproklamirkan Indonesia. Akan tetapi Soekarno sudah terlanjur bekerjasama denga pihak Jepang sehingga ia harus melakukan diskusi terlebih dahulu agar tidak terjadi pertumpahan darah lagi bagi para pejuang. Keputusan Soekarno tersebut membuat Sjahrir kecewa dan semakin mendesak tokoh-tokoh besar lainnya untuk berani menyatakan Kemerdekaan. Bung Hatta dan Tan Malaka pun termasuk kedalam orang-orang yang didesaknya, tapi hal yang sama pun terjadi seperti ia bertemu dengan Soekarno mereka belum berani dan masih mempertimbangkan kerjasamanya denga  Jepang. (Ariya)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.