Kepedulian Bang Ali Terhadap Bung Hatta

Kepedulian Bang Ali Terhadap Bung Hatta

0
BERBAGI
Foto keluarga kecil Bung Hatta. Foto By : brilio.net

KataMedia.co –  Ali Sadikin, seorang Letnan Jendral KKO-AL (Korps Komando Angkatan Laut) ditunjuk oleh Soekarno untuk menjadi Gubernur Jakarta pada 1966 yang kemudian di sandingkan dengan tokoh lain yakni Laksamana Muda Udara Raden H. Atje Wiriandinata. Mereka berdua di tugaskan oleh Bung Karno untuk membangun dan memimpin Ibu Kota Indonesia . Gubernur pertama itu merasa miris ketika ia mendapatkan pesan bahwa Mantan Wakil Presiden Mohammad Hatta tak mampu membayar iuran air PAM. Perusahaan Daerah Air Minum  (PDAM) adalah salah satu unit bisnis yang dikelola di setiap daerah-daerah yang berada di Indonesia. Perusahaan ini dikelola Negara secara modern, karena PDAM sudah ada sejak era penjajahan Belanda pada tahun 1920 dengan nama awalnya  Waterledding sedangkan pada penduduk Jepang perusahaan ini berubah nama menjadi Suido Syo.

Ternyata tidak hanya itu saja. Bung Hatta pun kesulitan untuk memabayar tarif iuran listrik dan pajak bangunan juga. Hal ini disebabkan karena kecil nya uang hasil pensiun ketika ia mendampingi Soekarno dalam suka dan duka untuk mendapatkan dan mempertahankan Kemerdekaan Republik ini.

Ali sebagai gubernur yang memiliki latar belakang seorang Militer, hatinya terpukul dan terharu melihat kondisi Hatta di sisah masa tua nya. Dimana seharusnya ia dapat menikmati hari tuanya dengan tenang dan nyaman, namun kenyataannya tidak demikian. “Begitu sederhananya hidup pemimpin kita pada waktu itu,” kata Bang Ali terharu. Hal itu dikisahkan Bang Ali dalam biografinya Bang Ali, Demi Jakarta 1966-1977 yang ditulis Ramadhan KH.

Dengan peristiwa yang menyayat hati tersebut, Bang Ali pun segera melalukan lobi-lobi dengan gagasannya terhadap DPRD DKI Jakarta dengan tujuan menjadikan Bung Hatta sebagai warga kota utama. Dengan hal tersebut, Bung Hatta dapat terbebas dari iuran air dan juga PBB. Gagasan nya pun di sambut setuju oleh DPRD DKI Jakarta, serta tidak hanya sampai di tingkat DPRD. Pemerintah pusat pun memberikan bantuan untuk pembebasan iuran tariff listrik kepada Bung Hatta.

Memang ini sebuah kisah yang menyayat hati, bagaimana seorang Proklamator, Mantan Wakil Presiden, Mantan Perdana Menteri dan seorang tokoh pejuang Kemerdekaan Indonesia yang mendampingi Ir. Soekarno dalam setiap peristiwa penting di Negara ini namun harus hidup dengan kesusahan dan kesederhanaan. Begitulah Mohammad Hatta dengan kejujurannya, yang sudah susah di temukan sosok seperti dirinya pada zaman reformasi saat ini. (Ariya)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.