Soekarno Pernah Memarahi Presiden Amerika

    0
    BERBAGI
    ca. 1953-1961, Washington, DC, USA --- U.S. President Dwight D. Eisenhower (1890-1969) meets with Sukarno (1901-1970), the first President of Indonesia after the country gained its independence from the Dutch in 1945. Washington, D.C. --- Image by © CORBIS

    KataMedia.co –  Soekarno adalah seseorang yang memiliki harga diri yang tinggi dan mencintai Republik Indonesia sebagai mana ia menjaga harga diri nya. Pada kesempatan apapun saat ia melakukan lawatan ke Negara-negara, ia selalu menampilkan sosok diri nya satu-kesatuan dari Indonesia.  Dengan selalu terlihat gagah agar tak di rendahkan oleh Negara-negara lain. Karena Bung Karno mengetahui betul bahwa Indonesia adalah Negara yang besar, Negara yang memiliki Budaya, letak Geografis, dan Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat sempurna. Dengan keyakinan nya inilah  Soekarno tidak pernah merasa kecil akan dirinya.

    Dapat dibuktikan bahwa Soekarno tidak akan membiarkan siapapun untuk mengina harga dirinya, baginya ketika ia menghina harga diri nya maka orang tersebut juga menghina Indonesia. Pada tahun 1950 Bung Karno melakukan lawatan nya ke Washington Amerika Serikat. Ia sangat marah karena merasa harga dirinya diinjak-injak oleh protokoler  Presiden AS.

    Bambang Widjanarko yang saat itu menjadi ajudan Soekarno mengisahkan dalam buku “Sewindu Dekat Bung Karno”, bahwa Soekarno dijadwalkan untuk menemui Presiden Eisenhower tepat pada pukul 10.00 pagi. Namun, Soekarno sudah tiba pada pukul 09.58 pagi di tempat pertemuan. Karena Bung Karno tidak ingin terlambat untuk pertemuan ini, hal tersebut adalah upaya bagi dirinya untuk menjaga kedisiplinan dan harga dirinya. Sampai pukul 10.00 Bung Karno masih menunggu Eisenhower yang belum juga tiba, pada pukul 10.10 Soekarno masih terlihat tenang sambil menunggu dan memberikan toleransi kepada Eisenhower. Namun Presiden Amerika Serikat tersebut pun belum kunjung  tiba, waktu sudah menunjukan pukul 10.25 dan Soekarno pun mulai terlihat tegang dan menunjukan keseriusan bahwa ia mulai kesal dalam menunggu.

    Puncaknya pada pukul 10.30 pagi waktu AS, Soekarno sudah tidak dapat menahan rasa emosinya, ia sangat marah kepada Protokoler Presiden AS. “Apa-apaan ini, kalian yang menetapkan pertemuan pukul 10.00, hingga pukul 10.30 Presiden kalian belum datang juga!” marahnya. “Apakah kalian memang bermaksud menghina saya. Sekarang juga saya pergi,” lanjut Bung Karno. Di lansi dari sejarahri.com .

    Alhasil, para penjabat Amerika Serikat pun merasa panik dan kebingungan. Mereka berupaya untuk meminta maaf dan mengharapkan Bung Karno untuk tetap tinggal dan tidak jadi untuk pergi hingga Eisenhower pun segera keluar dan menemui Soekarno. Ketika Soekarno kembali melakukan lawatan ke Amerika Serikat, Eisenhower merubah sikap dan gaya dirinya di depan Soekarno, saat Bung Karno keluar dari mobil yang membawanya segera disambut oleh Eisenhower Presiden AS. Sangat berbeda dengan karakter sebenarnya dari Presiden Eisenhower, ia memiliki latar belakang mantan Jendral Perang Dunia Kedua yang memiliki sikap yang sangat angkuh saat menemui tamu-tamu atau Pemimpin Negara-negara lainnya. (Ariya Dharma)

    LEAVE A REPLY

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.