Naskah Asli Proklamasi Yang Terselamatkan

Naskah Asli Proklamasi Yang Terselamatkan

0
BERBAGI
Foto By : krjogja.com

KataMedia.co – Pasca jatuhnya bom atom di kota Hiroshima Jepang dan Nagasaki pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 pada tahap akhir Perang Dunia Kedua. Akibat dari serangan ini, Marseksekal Terauchi memanggil Soekarno, Hatta dan Radjiman sebagai ketua BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) Ke Dalat Vietman untuk meberikan Kemerdekaan Indonesia. Kemerdekaan Indonesia memang sudah ia janjikan dan pembentukan Dokuritsu Junbi Nikai atau Panitia Pelaksanaan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) .

Setelah sampai di Indonesia, ketiga tokoh tersebut langsung menuju kediaman Laksamana Maeda yang memang petinggi Militer Jepang yang berada di Indonesia. Disana para ketiga tokoh tersebut membicarakan perihal Kemerdekaan Indonesia yang di berikan oleh Marsekal Terauchi. Namun Jepang tentu saja tidak akan memberikan Kemerdekaan Indonesia dengan cuma-cuma. Melihat  ada yang tidak beres dengan hal tersebut, para pemuda yang di antaranya Chaerul Saleh dan Wikana membawa Soekarno dan Hatta menuju Rengkasdengklok  dengan sebuah tujuan untuk memaksa mereka memproklamirkan Kemerdekaan Indonesia dengan sesegra mungkin.

Soekarno dan Hatta pun meminta bantuan Laksama Maeda setelah berdiskusi lama dengan para pemuda untuk memfasilitasi tempat yang akan di gunakan untuk menulis naskah proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Setelah diberikan sebuah ruangan segera Soekarno menulis dengan tangannya sendiri teks proklamasi yang di dikte oleh Bung Hatta. Setelah Soekarno selesai, segeralah di berikan kepada Sayuti Melik untuk di salin menggunakan mesin ketik.

Ternyata teks proklamasi hasil tulisan tangan Bung Karno nyaris terbuang, namun untungnya naskah tulisan tangan tersebut dapat di selamatkan dan disimpan oleh B.M. Diah. Diah sendiri adalah tokoh pers, serta pejuang Kemerdekaan, diplomat dan seorang pengusaha asal aceh. Ia menemukan naskah asli teks proklamasi di dalam keranjang sampah rumah Laksamana Maeda pada 17 Agustus 1945 dini hari setelah disalin oleh Sayuti Melik. B.M Diah pun menyimpan naskah asli tersebut karena takut akan dibuang kembali dan disimpan selama 49 tahun dan baru diserahkan kepada Pemerintah pada tanggal 29 Mei 1992.

Peristiwa tersebut pun dibenarkan oleh Andaryoko seorang yang mengaku bekas tentara buatan Jepang, pembela tanah air (PETA), ia menjabarkan dalam versi lain. Menurutnya, semua berawal ketika Soekarno menulis naskah tersebut pada pukul 04:00 WIB pada tanggal 17 Agustus 1945. Kemudia setelah selesai Soekarno lekas memberikan teks tersebut kepada para pemuda yang berkumpul dirumahnya di Jl. Pegangsaan Timur dan dari para pemuda, naskah tersebut diserahkan kepada Sayuti Melik untuk di salin dan diketik. Di kutip dari Merdeka.com

Andaryoko mengatakan seusai Sayuti Melik menyalin, teks tersebut nyaris di buang oleh Sayuti Melik dan Sayuti Melik beranggapan bahwa sudah tidak dibutuhkan lagi teks asli tersebut.  Namun setelah selesainya Bung Karno mandi, ia menanyakan perihal keberadaan naskah hasil tulisan tangnya tersebut, dengan segera Sayuti Melik mencari kertas tersebut dan menyetrikanya agar kembali rapih seperti semula. (Aria Dharma)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.