Sutan Sjahrir Perdana Menteri Kabinet Parlementer Pertama

Sutan Sjahrir Perdana Menteri Kabinet Parlementer Pertama

0
SHARE
Foto Kabinet Parlementer Pertama Indonesia.

KataMedia.co –  Kabinet parlementer pertama di Indonesia berdiri atas pertimbangan usulan KNIP (Komisi Nasional Indonesia Pusat) sebagai upaya untuk mempertahankan  kemerdekaan Indonesia. Kabinet parlementer pertama di Indonesia di kepalai oleh Sutan Sjahrir sebagai Perdana Menteri. Kabinet parlementer ialah kabinet  pemerintahan yang dimana kepala Pemerintahan di emban oleh seorang Perdana Menteri dan Presiden sebagai kepala Negaranya. Ir. Soekarno menyetujui sebuah perubahan sistem pemerintahan yang mana sebelumnya dengan sistem presidensial ke sistem parlementer.

Dalam sistem parlementer, seorang Perdana Menteri bertugas untuk memberikan laporan pertanggung jawabannya kepada parlemen. Sedangkan jika dengan sistem pemerintahan presidensial, dimana seorang kepala pemerintahan dan kepala Negara di pegang oleh Presiden dan Presiden memberi laporan pertanggung jawaban kepada parlemen. Soekarno menyetujui konsep ini dengan di angkatnya Sutan Sjahrir sebagai Perdana Menteri pada tanggal 14 November 1945.

Ketika detik-detik terakhir penjajahan Jepang di Indonesia, Sutan Sjahrir adalah salah satu orang pertama yang mendapatkan informasi berita tentang kekalahan Jepang terhadap sekutunya. Ketikan Sutan Sjahrir mendengar kabar tersebut, ia manfaatkan momen tersebut untuk menekan Ir. Soekarno dan Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia bersama para tokoh pemuda lainnya. Setelah Indonesia merdeka, Sutan Sjahrir menduduki KNIP pusat, Sutan Sjahrir menjadi salah satu anggotanya yang memiliki karakter vocal dan berpengaruh.

16 Oktober 1945 Sutan Sjahrir di angkat menjadi ketua pekerja KNIP dan pada saat ia mengemban tugas tersebut. Ia berusaha untuk menciptakan KNIP menjadi sebuah lembaga legislatif bukan hanya menjadi sebuah lembaga pembantu Presiden semata. Seperti yang dikutip dari laman sejarah-indonesia.com Gagasan nya tersebut didukung oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta, Hatta pun mengeluarkan sebuah keputusan tentang pemberian kekuasaan Legislatif kepada KNIP dan KNP turut membantu Presiden merumuskan GBHN (Garis Besar Haluan Negara).

Pertimbangan Sutan Sjahrir dan anggota KNIP lainnya pun mengusulkan untuk pembentukan sebuah kabinet parlementer yang bertujuan untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia sekaligus bertujuan sebagai strategi perjuangan politik demi mendapatkan pengakuan dari Internasional  perihal kemerdekaan Indonesia. Soekarno pun menerima semua usulan tersebut dan di tandai oleh diangkatnya  Sutan Sjahrir sebagai Perdana Menteri pada 14 November 1945. (Ariya Dharma)

LEAVE A REPLY