CEO Aplikasi Telegram Angkat Suara Atas Pemblokiran Medsos Asing

CEO Aplikasi Telegram Angkat Suara Atas Pemblokiran Medsos Asing

0
BERBAGI

KATAMEDIA.CO – Pendiri sekaligus CEO aplikasi telegram, Pavel Duroh. Akhirnya angkat bicara soal ancaman ditutupnya Media Sosial Asing oleh Pemerintah Indonesia kepada Kementrian Komunikasi dan Informatika.

Pavel mengaku merasa heran di akun twitter pribadinya atas kebijakan Pemenrintah Indonesia. Karna, pihaknya belum pernah menerima komplain atau keluhan dari Pemerintah Indonesia.

“(Kebijakan) itu aneh, kami tak pernah menerima permintaan atau keluhan apapun dari pemerintah Indonesia. Kami akan menyelidikinya dan mengumumkannya,” tulis Pavel.

Twit dari Pavel tersebut dikomentari sejumlah warganet dari Indonesia. “Kebangkitan Fasisme. Setelah Telegram, Pemerintah Indonesia berencana memblokir semua media sosia,” tulis akun @SiBonekaKayu.

Sementara akun @ja_Alwan membalas, mungkin aplikasi ini dapat membahayakan keamanan negara karena belum ada Standard Operational Procedure (SOP) dalam penanganan terorisme. Dengan menambahkan gambar screenshot penjelasan dari web Kominfo.

Telegram merupakan aplikasi layanan instan buatan Pavel Durov asal Rusia. Telegram dikenal sebagai layanan pesan instan dengan tingkat keamanan yang tinggi. Layanan ini memakai sistem enkripsi untuk percakapannya.

Aplikasi Telegram memiliki pengguna aktif lebih 100 juta di seluruh dunia.

Pemerintah sendiri belum mengungkapkan alasan mengambil kebijakan ini. Namun, pemblokiran Telegram ditengarai karena mengandung konten ilegal.

Dirjen Aplikasi Informatika Semuel A. Pangerapan juga menegaskan dalam website kominfo bahwa Kemkominfo selalu berkoordinasi dengan lembaga-lembaga Negara dan aparat penegak hukum lainnya dalam menangani pemblokiran konten-konten yang melanggar peraturan perundangan-undangan Indonesia.

Dampak terhadap pemblokiran ini adalah tidak bisa diaksesnya layanan Telegram versi web (tidak bisa diakses melalui komputer). (FATRYCIA)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.