Menu Makanan Favorit Presiden Pertama Indonesia

Menu Makanan Favorit Presiden Pertama Indonesia

0
BERBAGI

KataMedia.co – Dalam jam makan siang, Soekarno selalu di temani oleh Sambal Pecel, biasanya disajikan bersama ikan lele dan tidak ketinggalan lalapan daun  singkong serta papaya. “ Kalau lagi makan pecel lele, Bapak seperti tidak ingat sekitarnya” kata Muslih bekas pelayan pribadi keluarga Soekarno, dikutip dari Historia.id

Soekarno akan mengambil langsung dari cobek atau tempat untuk mengulek sambal dan langsung menyantapnya dengan tangan. Muslih bin Risan sangat mengingat Sambal Pecel adalah salah satu menu yang wajib ada di atas meja makannya. Ketika  mudik ke kampung halamannya,  Soekarno tak akan mau untuk melewatkan moment untuk menikmati pecel Blitar yang terkenal. Selain itu, Soekarno selalu mencari penjual nasi pecel keliling favoritnya yakni Mbok Rah untuk di santap saat pagi hari.

Menurut Guruh Sukarno dalam Bung Karno & Kesayangannya, Sukarno jadi pelanggan Mbok Rah sejak 1950. “Wah kalau Bapak sedang menikmati, walaupun yang namanya Revolusi Indonesia berhenti, pasti Bapak tidak akan ambil pusing!” ujar Guruh. Soekarno selalu membawa pulang bumbu pecel Mbok Rah saat ke Jakarta dan bumbu itu pula yang menemaninya dalam acara ke Negaraan. Terkhusus apabila tidak ada satu pun makanan khas Negara-negara yang cocok baginya.

Selain Mbok Rah, adapun pedagang pecel lainnya yang ia senangi yaitu Mbok Pin dengan nama asli Rukiyem. Soekarno sangat senang apabila Mbok Pin datang, ia lekas menunjuk daun-daun yang ia gemari. “Saya sampai hafal berapa banyak harus memberi sambalnya dan daun apa saja yang menjadi kesukaan Bung Karno,” kata Mbok Pin kepada Anjar Any, penulis buku Menyingkap Tabir Bung Karno. Dilansir dari Historia.co

Karena Soekarno sangat menggemari pecel, istri-istri beliau selalu membuatkan dan menyediakan bumbu pecel di rumah nya .  Muslih menceritakan, bahwah Dalimin selalu disuruh turun saat melewati  pasar tenabang dan membeli cabe rawit dan terasi untuk membuat  sambal pecel saat menuju rumah Fatmawati. Hartini pun belajar membuat dan menikmatinya demi memenangi perhatian sang suaminya walaupun Hartini kurang menyukai sambal pecel . (Ariya Dharma)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.