Di Yogyakarta PKI Pernah Disapu Bersih

Di Yogyakarta PKI Pernah Disapu Bersih

0
BERBAGI
PKI partai terkuat di Yogyakarta pada tahun 1955

KataMedia.co –  Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah partai terkuat pada tahun 1955 di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kursi DPRD mayoritas diduduki oleh kader-kader dari Partai Komunis Indonesia dari 1955 sampai dengan 1965. Pada pemilu pertama PKI meraih 10 kursi dari total 40 kursi yang tersedia, pada pemilihan anggota DPRD untuk peralihan pada 1957 PKI berhasil merebut 14 kursi.

Julianto Ibrahim berpendapat, Kampanye pemilu 1955 aktif melakukan agitasi, infiltrasi, dan penggalangan masa didesa-desa dengan menggunakan organisasi ouderbouw-nya.  Tidak hanya dengan cara itu saja, PKI juga melakukan pengkaderan dari berbagai macam golongan masa seperti buruh perkotaan, mahasiswa, pelajar, guru bahkan dari kesatuan militer.

“Upaya melakukan penggalangan massa di desa maupun perkotaan dan bekerja sama dengan partai lain terbukti membawa hasil yang baik pada pemilu 1955,” tulis Julianto, “Goncangan pada Keselarasan Hidup di Kesultanan,” termuat dalam Malam Bencana 1965 dalam Belitan Krisis Nasional Bagian II Konflik Lokal. Dikutip dari historia.id

1 Oktober 1965, dominasi PKI di DPRD Yogyakarta berakhir. Semua organisasi yang di bawahi oleh PKI dan Partai Komunis Indonesia pu di larang, orang-orang PKI di bersihkan, baik yang berada di lembaga Negara hingga rakyat  biasa. DPRD Yogyakarta salah satu lembaga yang melakukan pembersihan terhadap anggota dari PKI.

Sebelum peristiwa pembersihan dan pelarang tersebut, 26 Januari 1965 DPRD Yogyakarta melakukan penyusunan ulang anggotanya. Berlandaskan arsip  DPRD Yogyakarta No. 1/K/DPRD-GR/1965 terdapat 42 orang yang duduk di DPRD Yogyakarta dengan 8 orang berasal dari PKI. Bersih-bersih lembaga Negara dilakukan berdasarkan Pedoman pemberantasan PKI dalam tubuh Aparatur Negara yang ditandatangani Wakil Kepala daerah Pakualam VIII pada tanggal 26 Juli 1966. Pedoman tersebut berdasar pada Instruksi Kogam No. 09/1966.  Dalam arsip tersebut berisi perintah bahwa pembersihan di tiap lembaga berdasarkan  laporan masing-masing kepala instansi yang terkait.

DPRD Yogyakarta melakukan pengangkatan anggota baru setalah melakukan pembersihan anggota PKI yang duduk di kursi DPRD Yogyakarta melalui keputusan Kepala Daerah No. III/1966 tanggal 20 Oktober 1966. 13 orang diangkat untuk mewakili Golongan Politik mereka yang berdasarkan PNI (6 orang), NU (2 orang), serta IPKI, PSII, Partai Katholik, Parkido, Partindo yang masing-masing mendapat satu kursi. Sedangkan dari partai Golongan Karya diankat sebanyak 17 orang yang terdiri atas fraksi Angkatan Bersenjata berjumlah enam orang, Rohaniawan sebanyak dua orang, lima orang dalam fraksi Pembangunan Spriritual dan Pembangunan Materil sebanyak empat orang.  (Ariya Dharma)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.