Dijanjikan Uang Rp 20 Juta, Mahasiswa Semarang Tertangkap Jadi Joki Ujian PMB

Dijanjikan Uang Rp 20 Juta, Mahasiswa Semarang Tertangkap Jadi Joki Ujian PMB

0
BERBAGI

KATAMEDIA.CO –  Praktik perjokian dalan pendaftaran mahasiswa baru (PMB) di Universitas Sultan Agung (Unisula) Semarang berhasil digagalkan.

Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unisulla, Amir Purnawan, mengatakan joki bernama Setu Abdul Hadi (23) itu kepergok mengikuti ujian atas nama Satrio Purno Prabowo, warga Tanah Merdeka, Jakarta.

Ujian tersebut untuk penerimaan mahasiswa FKG dan Farmasi Fakultas Kedokteran Unisulla tahun ajaran 2017-2018.

“Ketika akan tes CBT (computer base tes), dicek kartu tes dan identitas tidak sama. Kita minta sebut tanggal lahir tidak hafal, asal sekolah juga tidak tahu,” kata Amir di Mapolsek Genuk, Rabu (12/7/2017).

Setu langsung dibawa pihak kampus ke Mapolsek Genuk untuk ditangani kepolisian.

Menurut Amir seharusnya kartu tes tidak mungkin dipalsu karena prosedur yang sudah ditentukan. Sehingga jika ada joki yang menyematkan fotonya dalam kartu, akan langsung ketahuan.

“Ya kemungkinan (palsu). Itu nanti polisi yang membuktikan,” tandas Amir.

Sementara itu kepada petugas pelaku mengaku, dia mendapatkan penawaran menjadi joki dari seseorang yang mengaku bernama Ririn melalui Whatsapp pada Jumat (7/7/2017) pagi.

Melalui pesan Whatsapp itu Ririn menawarkan imbalan sebesar Rp20 juta jika dirinya mau menjadi Joki ujian masuk Unissula. “Ririn bilang apakah kamu mau jadi joki ujian. Sempat saya tanya kamu siapa, tapi dijawab kalau saya tidak perlu tahu,” katanya saat di temui di Polsek Genuk Kota Semarang, Rabu (12/7/2017).

Karena mendapatkan iming-iming uang tunai yang cukup besar pelaku akhirnya menyanggupi untuk menjadi Joki ujian.

Dan pada pagi hari sebelum ujian tepatnya Rabu (12/7/2017) pelaku bertemu dengan Ririn di tempat parkir Unissula. Di situ Ririn memberikan kartu peserta ujian atas nama Satria Purnomo Prabowo (17), siswa SMA 54 Jakarta warga Jalan Tanah Merdeka, Susukan,Jakarta.

Kasus tersebut masih didalami pihak kepolisian termasuk terkait jeratan hukum. Belum ada statemen dari polisi.

Sementara itu Rektor Unnes, Fathur Rokhman, mengatakan pihaknya tegas jika ada oknum mahasiswa yang melanggar komitmen mahasiswa di kampusnya. Apa yang dilakukan Setu bisa jadi masuk pelanggaran berat dan ancaman sanksi paling tinggi yaitu drop out.

“Sanksi diberikan kalau proses hukum sudah selesai. Kalau terbukti, itu pelanggaran tingkat berat, sanksi sampai ke DO. Kalau urusan pidananya kan di kepolisian,” kata Fathur Rokhman. (ALDI) 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.