MUI Resmi Keluarkan Fatwa Haram Bermedia Sosial

MUI Resmi Keluarkan Fatwa Haram Bermedia Sosial

0
SHARE

KATAMEDIA.CO –   Pengaruh buruk penggunaan media sosial (medsos) yang telah mencapai titik nadir, membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram penggunaan medsos.

Fatwa dengan Nomor 24 Tahun 2007 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial itu lahir atas keprihatinan dari maraknya kebencian dan permusuhan antar sesama anak bangsa.

Dokumen fatwa itu dibacakan oleh Sekretaris MUI Asrorun Ni’am Sholeh dalam acara diskusi publik dan konferensi pers ‘Fatwa MUI Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Medsos’. Di Kantor Kominfo Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Senin (5/6/2017) sore.

Acara ini juga dihadiri oleh Ketum MUI Ma’ruf Amin serta Menkominfo Rudiantara.

Fatwa tersebut telah diserahkan langsung oleh Ketua MUI KH Ma’ruf Amin kepada Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara untuk disebarluaskan.

Melalui fatwa yang diterbitkan MUI, diharapkan masyarakat dapat berpedoman dengan itu dan menghindari persebaran permusuhan dan kebencian antar sesama anak bangsa.

Selain fatwa, KH Ma’ruf berharap ada tindakan law enforcement (penegakkan hukum) dan ada sanksi untuk masyarakat yang melakukan permusuhan dan ujaran kebencian hingga menyebabkan konflik yang bermula dari medsos.

Berikut 14 poin yang diharamkan di medsos:

1. Ghibah atau penyampaian informasi spesifik ke suatu pihak yang tidak disukai
2. Fitnah
3. Namimah atau adu domba
4. Aksi bullying
5. Ujaran kebencian
6. SARA
7. Penyebaran hoax atau informasi bohong.
8. Penyebaran materi pornografi
9. Informasi maksiat
10.Penyebaran konten yang benar tetapi tidak sesuai tempat dan waktunya
11.Penyebaran gosip, aib atau kejelekan orang lain.
12.Penyebaran informasi yang bertujuan untuk membenarkan yang salah atau menyalahkan yang benar
13.Penyebaran konten yang sifatnya pribadi ke khalayak, padahal konten itu tidak patut.
14.Aktifitas buzzer di medsos yang menyediakan informasi hoax.

(ALDI) 

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.