Tertangkap Buang Bayi, Pasangan Ini Malah Di Nikahkan Polisi

Tertangkap Buang Bayi, Pasangan Ini Malah Di Nikahkan Polisi

0
BERBAGI

KATAMEDIA.CO – Kedua mempelai ini sempat buang bayinya di pada 9 Mei lalu. Aina (20) dan Yudha (21), sempat berbohong mengenai bayi hasil hubungan gelap keduanya. Mereka mengaku menemukan bayi tersebut dan menyerahkannya ke Rumah Sakit (RS) Buah Hati Ciputat, Senin (29/5).

Pihak RS Buah Hati Ciputat meminta identitas mereka dan melaporkannya ke kantor polisi Ciputat karena pihak rumah sakit merasa ada kejanggalan atas penemuan bayi tersebut. Kemudian polisi datang dan memeriksa Aina. Ia pun di bawa ke puskesmas untuk di periksa hingga akhirnya ia mengakui bahwa bayi tersebut adalah bayinya.

Kemudian Aina dan Yudha di nikahkan oleh Sanusi yang berusia 74 tahun di Masjid An-Nur, Kantor Polsek Serpong, Tangerang Selatan.

Mempelai pria belum sempat mengucapkan ijabnya, karena grogi, Sanusi langsung mengucap, “Sah!” Para saksi pernikahan kedua tersangka pembuangan bayi ini pun sempat terdiam kebingungan. Kata-kata yang keluar dari mulut mereka sekiranya seperti ini, “Lho, Pak, kok?”, “eh belum ijab Pak.”

Sadar dirinya lupa, Sanusi langsung mengucap istighfar, “Astaghfirullah!” Suara tawa pun langsung terdengar di lantai dua masjid tersebut. Saksi yang tadi kebingungan pun langsung tertawa karena ulah Sanusi.

Yudha merasakan kebahasgan setalh dinikahan padahal sebelumnya ia menutupi wajahnya karena merasa malu. usai melakukan pernikahan dan sesi foto dengan kepolisian, penghulu, dan saksi pernikahannya.

Penyelenggara pernikahan ini adalah Polres Kota Tangerang Selatan. Kasatreskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alexander Yurikho mengatakan, “Pernikahan ini merupakan bentuk fungsi aparat kepolisian yang bukan hanya sebagai aparat penegak hukum. Tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.”

Walaupun tersangka, lanjut Alexander, Aina dan Yudha tetap memiliki hak lain yang tidak dapat dikekang menurut hukum. Salah satunya adalah melangsungkan pernikahan. Apalagi, pernikahan ini erat kaitannya dengan kesejahteraan anak hasil proses hubungan antarpribadi yang belum resmi.

“Baik itu secara agama maupun negara. Dengan menikah, pertanggungjawaban tumbuh kembang anak yang mereka buang akan secara jelas melekat kepada kedua orang tuanya,” tambah dia. (fatrycia)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.