Bahasa Arab Akan Dihapus Dari Bahasa Resmi Israel

Bahasa Arab Akan Dihapus Dari Bahasa Resmi Israel

0
SHARE
Sumber Foto : CNN Indonesia

KATAMEDIA.CO – Bahasa arab akan dihapus dari bahasa resmi. hal itu akan terjadi dalam waktu dekat ini di Negara Israel.

Pemerintah Israel yang dipimpin Perdana Menteri Bejamin Netanyahu dan sejumlah menteri dalam kabinet Israel menyetujui rancangan perubahan undang-undang kontroversial yang akan menghapus status Bahasa Arab dari bahasa resmi negara.

Israel akan menetapkan diri sebagai negaranya orang Yahudi.

Seperti dilansir Haaretz, Senin 8 Mei 2017, jika RUU itu lolos, Bahasa Arab tak lagi menjadi bahasa resmi Israel, meski tetap memberikan hak bagi para penuturnya untuk tetap mendapatkan akses publik terhadap penggunaan bahasa tersebut.

Sejumlah kritik sudah disampaikan atas hal ini, termasuk ide pengenalan diri warga Israel sebagai kelompok Yahudi unik.

Warga Arab di Israel menentang usulan aturan ini. Populasi Arab di Israel mencapai 20 persen dari total penduduk Israel 8,7 juta orang. Mengidentifikasi diri sebagai Tanah Air orang Yahudi, sikap Israel ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan aktivis HAM. Mereka khawatir akan adanya diskriminasi dan upaya pencampuran agama dengan negara.

Anggota Parlemen Israel yang juga Ketua Aliansi Komunitas Arab Ayman Odeh menyatakan, mereka yang menyetujui aturan ini berarti mencederai hak-hak minoritas. ”Bila aturan ini lolos di pembahasan parlemen, berarti akan ada dasar pelegalan menjadi warga Arab sebagai warga kelas dua di Israel,” kata Odeh seperti dilansir Aljazirah, Senin (8/5).

Sejumlah pihak juga khawatir RUU ini akan semakin meningkatkan upaya mencampuradukkan persoalan negara dengan agama.

Rancangan aturan ini didukung oleh anggota Partai Likud, Avi Dichter. Menurutnya, penting untuk membuat dasar hukum identitas nasional Israel sambil mempertahankan sistem negara demokrasi di sana.

Sementara itu, warga Palestina menuding Israel menyebarluaskan diskriminasi melalui Pemerintahan Benjamin Netanyahu. (ALDI)

LEAVE A REPLY