Ini Kronologi Versi Polisi Soal Tragedi Razia Berdarah di Lubuklinggau

Ini Kronologi Versi Polisi Soal Tragedi Razia Berdarah di Lubuklinggau

0
SHARE
Sumber Foto : merdeka.com

KATAMEDIA.CO – Rencana keluarga ibu Surini (54) untuk menghadiri acara hajatan kerabat berubah menjadi tragedi berdarah. Mobil yang ditumpangi Surini dan anak serta cucunya yang berusia dua tahun diberondong peluru polisi di Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Mobil Honda City yang berisi keluarga ibu Surini ditembaki polisi karena tak berhenti saat ada razia, dan menyebabkan satu orang tewas.

Begitu dihentikan, mobil mewah tersebut tetap melaju kencang dan menabrak seorang polisi. Beruntung, polisi tersebut tidak mengalami luka serius. Bahkan, warga yang ada di pinggir jalan juga nyaris tertabrak.

Terkait aksi penembakan terhadap satu keluarga ini, Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Wakapolres Kompol Andi Kumara yang didampingi Kasat Reskrim AKP Ali Rojikin, memberikan pernyataan resmi Selasa (18/4) malam.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.00 WIB Selasa (18/4) tadi itu berawal dari razia rutin terprogram yang dilakukan anggota Polres Lubuklinggau.

Menurutnya, razia itu untuk mengantisipasi kejahatan 3C dengan lokasi yang sudah ditentukan.

Sebelum kegiatan, anggota sudah di-APP terlebih dahulu, termasuk masalah penggunaan senjata api.

Setelah kegiatan berlangsung, anggota melihat ada kendaraan sedan warna hitam BG1488 ON menolak dihentikan petugas.

Bahkan menurutnya, mobil itu sempat mau menabrak anggota. Karena curiga, anggota kemudian melakukan pengejaran menggunajan mobil polisi.

Namun pengemudi sedan bukannya pelan atau berhenti, tapi malah melaju kencang dan lampu merah juga diterobos.

Sempat terjadi aksi kejar-kejaran di jalan raya.

“Sampai di depan Bank Mandiri Simpang Periuk, mobil itu berhenti dan anggota keluarkan tembakan di situ, setelah sebelumnya ada tembakan peringatan,” ujar Kompol Andi Kumara.

Anggota kemudian meminta agar kaca mobil yang berwarna gelap diturunkan. Namun tetap kacanya tak mau dibuka, sehingga anggota melepaskan tembakan.

“Anggota curiga kaca gelap, setelah terjadi (tembakan kedalam mobim-red) ternyata didalam tidak seperti dugaan kita. Anggota awalnya memang sudah curiga, dihentikan tidak mau, dikejar malah ngebut zig zag dan membahayakan pengguna jalan lainnya. Jangan-jangan pelaku 3C,” ujarnya.

Berdasarkan data kepolisian, korban tewas bernama Surni (50), warga Blitar, Curup, Bengkulu. Dia mengalami luka tembak di beberapa bagian tubuh, seperti paha dan perut.

Kelima korban luka yakni:

1. Novian (perempuan); usia 30 tahun; warga Karya Bakti Lubuklinggau Selatan; luka tembak pada lengan sebelah kanan.

2. Gentar Wicaksono; usia 3 tahun; warga Karya Bakti Lubuklinggau Selatan; luka tembak rekoset pada bagian kepala kiri.

3. Dewi Alina (perempuan); usia 39 tahun; warga Desa Blitar Curup, Kab Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu; luka tembak di lengan kiri atas.

4. Indra; usia 35 tahun; warga Desa Blitar, Curup, Kab Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu; luka tembak pada tangan kiri bagian depan

5. Gatot Sundari; usia 29 tahun; warga Desa Blitar, Curup, Kab Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu; tidak terluka. (ALDI)

LEAVE A REPLY