Jelang Putaran Kedua Ketua Umum PB HMI Kerahkan 5000 Kader Untuk Kawal...

Jelang Putaran Kedua Ketua Umum PB HMI Kerahkan 5000 Kader Untuk Kawal Pilkada

0
SHARE
Ketua Umum PB HMI Mulyadi P Tamsir saat jumpa pers di Sekretariat PB HMI, jalan Sultan Agung, Manggarai, Jakarta Selatan,‎ Minggu (16/4).‎

KataMedia.co – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menyampaikan harapannya terkait proses demokrasi yang akan berlangsung beberapa waktu ke depan, yakni Pilkada DKI Jakarta putaran dua.
Di bawah koordinasi Badko HMI Jabodetabeka-Banten, PB HMI membentuk Tim Pemantau berjumlah 5.000 orang untuk mengawal pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua pada 19 April 2017.
Kader HMI itu akan disebar ke TPS-TPS yang dianggap rawan terjadi manipulasi yang bisa berakibat konflik. Kader HMI yang tidak tergabung sebagai tim pemantau juga diminta untuk menggunakan hak pilihnya dan mengawal pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua di TPS masing-masing.
“Kader kami di lima wilayah DKI Jakarta ada sekitar 15 ribu, semuanya kami minta turun ke TPS terdekat. Jika ditemukan terdapat indikasi pelanggaran segera laporkan ke pihak-pihak berwenang. Kalau perlu ambil langkah-langkah yang diperlukan,” kata Ketua Umum PB HMI Mulyadi P.Tamsir, saat jumpa pers di Sekretariat PB HMI, jalan Sultan Agung, Manggarai, Jakarta Selatan, Minggu (16/4).
Didampingi Wakil Sekjen Agus Harta dan sejumlah fungsionaris PB HMI, Mulyadi mengatakan tingginya dinamika politik menjelang pelaksanaan Pilkada DKI putaran kedua jika tidak diantisipasi akan menimbulkan konflik horizontal yang dapat mengancam kesatuan dan persatuan bangsa.


Menurut Mulyadi, berdasarkan Pilgub DKI putaran pertama pada 15 Februari lalu, setidaknya ada 2.198 TPS yangrawan kecurangan dan berpotensi terjadinya konflik.
“Pemprov DKI Jakarta harus waspada, aparat kepolisian dan penyelenggara Pilkada yakni KPU dan Bawaslu, untuk tidak berpihak kepada salah satu pasangan calon, serta benar-benar bertanggungjawab ats pelaksanaa demokrasi yang jujur, adil, aman, damai dan bermartabat” ujar Mulyadi mengingatkan Pemprov DKI Jakarta.
Kader HMI juga diinstruksikan untuk tidak menerima politik uang dalam kedok apapun menjelang pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta.
“memilih berdasarkan iming-iming harta benda atau money politic akan merugikan warga DKI. Pilihlah berdasarkan hati nurani, insha Allah kita akan mendapatkan pemimpin yang amanah.” Ujar Mulyadi P Tamsir. (Andre)

LEAVE A REPLY