Ini Kronologi dan Motif Penyanderaan Ibu dan Balita di Angkot

Ini Kronologi dan Motif Penyanderaan Ibu dan Balita di Angkot

0
SHARE

KataMedia.co – Penyanderaan terhadap ibu dan anaknya terjadi di depan Bioskop Buaran, Jalan Raden Intan, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu 9 April malam. Aksi kejahatan itu berlangsung dalam angkot KWK T25 jurusan Rawamangun – Pulogadung.

Herawati, warga yang juga merupakan salah satu penumpang angkot, memengatakan penyanderaan terjadi sekira pukul 19:00. Angkot yang bergerak dari Terminal Pulogebang berhenti saat lampu berwarna merah di Buaran.

“Namun ketika di lampu merah depan bioskop Buaran, dia (pelaku) naik. Pikir saya tukang ngamen,” kata Herawati.

Belum sempat terdengar suara nyanyian, pria itu menodongkan pisau ke perempuan yang memangku anaknya itu. Ia meminta HP, kalung dan gelang penumpang bernama Isnawati (40) yang duduk memangku anaknya, Dafa (2).

“Dalam angkot semua penumpangnya perempuan, kami semua ketakutan,” sambungnya. “Karena ketakutan itu akhirnya kami semua teriak minta tolong.” tambahnya.

Suara keras beberapa perempuan penumpang terdengar keluar angkot. Warga dan pengendara pun mengerumuni angkot tersebut.

Panik, bandit itu menyandera penumpang bernama Risma (26), Isnawati dan anak balitanya. Tangannya yang memegang pisau merangkul leher Isnawati yang memangku Dafa.

Beruntung ada Aiptu Sunaryanto, Polantas Polres Jakarta Timur, yang sedang berangkat dinas. Ia kemudian mendekat. Setengah jam ia mengajak negosiasi Hermawan untuk tak nekat. Satu sandera, RIsnawati, dilepas.

Tapi perampok itu kembali membentaknya saat Polantas itu minta ibu dan anak itu juga dilepas. Sunaryanto melihat tangan Isnawati berdarah.
Sunaryanti terus mengajak bicara sambil menunggu bandit itu lengah. Bentakan pun terus diterimanya.

Begitu lawan dilihat lengah, Sunaryanto langsung menembak tangan dan kaki Hermawan. Ia pun meringkus perampok yang kesakitan itu.

Dibantu warga, Hermawan digelandang ke Polsek Duren Sawit. Sedang Isnawati dan anaknya dilarikan ke rumah sakit.

Kapolres Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Andry Wibowo mengatakan, berdasarkan identitas yang didapat, penyandera tersebut bernama Hermawan (28), kelahiran Kebumen, Jawa Tengah. dan penyandera tersebut juga merupakan residivis kejahatan jalanan.

“Dia residivis kasus curanmor (pencurian kendaraan bermotor),” kata Andry di Polda Metro Jaya, Senin (10/4/2017).

Penyelidikan sementara, Hermawan menodong dan menyandera seorang diri. Tidak berkomplot dalam beraksi Minggu malam kemarin.

“Mungkin kan dia keluar dari LP (Lembaga Pemasyarakatan) di Bekasi kalau enggak salah, butuh makan dan sebagainya. Ini yang nenjadi motif,” ungkap Andry.

Dia mengatakan, tidak sedikit residivis yang kumat melakukan kejahatan setelah keluar dari penjara.

“Ada yang motifnya memang ekonomi, ada yang motifnya juga profesi. Kalau yang motifnya sudah ekonomi, kelaparan, ya harus kita pikirkan, tapi kalau profesi ya harus dituntaskan oleh hukum,” tutur Andry. (ALDI)

Ini dia Video Drama Penyelamatan Penyandraan :

LEAVE A REPLY