Pirage Awie, Sindiran Miring, sekaligus Bentuk Duka Indonesia Bamboo Community

Pirage Awie, Sindiran Miring, sekaligus Bentuk Duka Indonesia Bamboo Community

0
SHARE

KataMedia.co – Istilah Pirage Awie (VIRAGEAWIE) adalah hasil cap segelintir masyarakat Indonesia terhadap karya bernilai tinggi berbahan dasar bamboo, yang kemudian membuat komunitas Indonesia Bamboo Community menambah perfomanya dalam memasarkan dan mengembangkan produk tersebut. Berawal hanya dari alat music bermodal menengah ke bawah, sampai memproduksi produk dalam kuantitas pabrikan.

“Membangun IBC tuh dari mulai 0 sampai kami pernah uang habis, tapi tiba-tiba ada undangan dari kementrian perdagangan untuk pameran, kaget, kita bener bener kaget, ini bener atau engga kami kira itu bohong, pas kami cek google ternyata benar” ujar Adang Muhidin pendiri Indonesia Bamboo Community (IBC). Berangkat dari pameran yang kemudian merambat dengan penampilan salah satu produknya yaitu band D’BambooEssential di Java Jazz banyak dilirik oleh para pengisi acara dari luar negeri. Bukan hanya tertarik dengan penampilan D’BambooEssential, tapi para musisi luar negeri pun ikut serta membeli produk alat music berbahan dasar bamboo yang IBC punya untuk dibawa ke Negara nya masing-masing.

“Selama pameran, yang hadir bukan cuma orang-orang yang suka dan tertarik saja yang kami temui, tapi juga ada segelintir orang yang menganggap bahwa produk kami itu terlalu mahal karena Cuma bamboo (dalam bahasa sunda yaitu Pirage Awie), dari situ kami memiliki ide untuk membuat sebuah brand VIRAGEAWIE biar lebih ke barat-baratan” ungkap Adang Muhidin yang menceritakan tentang awal di buatnya brand VIRAGEAWIE.

Sekarang produknya bukan hanya ada di Indonesia, tapi juga telah luas tersebar di banyak Negara. Bukan Cuma itu, Indonesia Bamboo Community dengan brand VIRAGEAWIE nya akan mengadakan event Festival Bamboo International di Bandung tepatnya di Cimahi pertengahan tahun ini. (Hanif)

LEAVE A REPLY