Keluh Kesah Dibalik Kemampuan Khusus Anak Indigo

Keluh Kesah Dibalik Kemampuan Khusus Anak Indigo

0
SHARE

KataMedia.co – Banyak anggapan yang muncul tentang anak-anak Indigo bahwa mereka identik dengan hal-hal yang bersifat Nomena (segala sesuatu diluar nalar manusia) atau gaib. Sehingga ketika kita tahu seseorang adalah anak Indigo, kita cenderung untuk menjauhi nya, memanfaatkannya dan bahkan menyatakan bahwa ia memiliki gangguan jiwa.

Pada kenyataan nya, mereka tidaklah pernah ingin memiliki kemampuan untuk dapat melihat masa depan dan melihat dunia yang tidak kasat mata bagi manusia pada umumnya. Menurut Dini salah satu member komunitas Indigo Bandung, bahwa kebanyakan anak Indigo tidak menyukai kemampuan khusus tersebut, “Banyak dari kita yang sebenarnya tidak ingin menerima pemberian dari yang maha kuasa, namun semakin kita coba menolaknya-semakin susah juga buat kita memungkirinya. Saya aja baru-baru ini nerimanya ” Ucap Dini.

Awal diketahui keberadaan anak-anak indigo yaitu pada akhir tahun 1970. Dilansir dari Psychologymania, pengertian Indigo yang dimaksud di sini adalah adanya temuan aura indigo pada anak-anak tertentu, yang membawa perbedaan sifat ataupun sikap dari anak-anak padaumumnya. Pada awalnya istilah Indigo berasal dari bahasa Spayol yang memiliki arti “Nila”, kata Indigo sebenarnya di ambil dari nama warna yakni Indigo atau yang sering dikenal dengan warna biru hingga violet.

“Sebenarnya, kita gak pernah mengatakan kalau kita ini anak Indigo, tapi orang-orang lah yang mengklaim bahwa kita ini anak Indigo” Tutur Daniel (yang juga member dari komunitas Indigo Bandung).

Menjadi anak Indigo bukanlah hal yang menyenangkan, sebab mereka sering tertekan perihal apa yang ia ketahui dari intuisi yang terlalu kuat. Terkadang mereka pun binggung dan seringkali dijadikan tempat untuk mencari tahu sebuah jawaban untuk masa depan dan segala kepentingan orang lain. “Yah banyak mas yang dateng kekita untuk minta pendapat atau jawaban dari kita dan kita pun sebenarnya tidak mau, makannya kita sering tidak menanggapi atau di ajak bercanda saja” tutup Daniel. (Ariya)

 

LEAVE A REPLY