Tatapan Hampa Aligator Tanjung Pasir

Tatapan Hampa Aligator Tanjung Pasir

0
SHARE
Kegiatan buaya di penangkaran saat suhu tubuhnya terlalu panas.

KataMedia.co – Tanjung pasir lokasi yang terkenal akan pantainya yang luas, lokasi yang sering dijadikan tempat wisata dan tempat penyeberangan menuju pulau-pulau disekitarnya. Namun tanpa para pengunjung sadari, ada satu tempat wisata yang dapat mereka jadikan referensi tujuan selain ke pantai Tanjung Pasir. Penangkaran buaya di Jl. Tanjung Pasir adalah tempat yang mampu menjadi lokasi wisata dan edukasi secara bersamaan. Penangkaran buaya yang sudah berdiri sejak tahun 2004 ini, di dirikan oleh seorang pencinta buaya dengan dana pribadinya. Selain dijadikan tempat wisata edukasi, penangkaran buaya ini pun sempat menjadi mata pencaharian bagi warga yang tinggal disekitarnya.

Namun kini penangkaran buaya tersebut dalam kondisi yang memprihatinkan. Sejak tahun 2004 berdiri hingga saat ini tidak ada bantuan dana ataupun apresiasi dari pemerintah desa sekitar, sangat disayangkan lokasi yang cukup strategis ini seharusnya dapat dijadikan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Suhardi, pengelolah penagkaran buaya menegaskan bahwa tidak ada sama sekali bantuan dana dari pemerintah desa ataupun kota.

Pada era kejayaan penangkaran buaya ini, banyaknya rumah-rumah makan seafood dan toko oleh-oleh di sekitar penangkarang buaya tersebut yang dijadikan mata pencaharian warga sekitar. Serta terkadang dijadikan sebagai tempat hiburan rakyat sekitar, namun setelah pergantian pengelola penangkaran buaya tersebut tidak lagi berjaya seperti sebelumnya. Di lihat jauh dari masa kejayaannya, penangkaran buaya ini harus memutar alokasi pendapatan untuk memenuhi semua kebutuhan yang dibutuhkan. Suhardi, “Sekali kasih makan aja itu satu juta, belum lagi transportasinya dan jumlah buaya disini seluruhnya 300 lebih” ungkapnya.

Terlepas dari kesulitan yang membelit penangkaran buaya tersebut, mereka memiliki komitmen yang tinggi untuk merawat dan mengembangbiakan buaya-buaya tersebut. Dimana keperluan untuk buaya diutamakan dari keperluan pribadi para pengelolah. (Ariya Dharma)

LEAVE A REPLY