Ancaman Tembak Mati, Membuat Puluhan Pejabat Yang Terlibat Narkoba Serahkan Diri

Ancaman Tembak Mati, Membuat Puluhan Pejabat Yang Terlibat Narkoba Serahkan Diri

0
SHARE

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengumumkan 160 Nama Walikota, Gubernur, Anggota DPR, Hakim, dan Aparat Penegak Hukum yang diduga terlibat dalam perdagangan narkoba, kurang dari 24 jam puluhan wali kota dan pejabat lainnya langsung menyerahkan diri ke otoritas kepolisian setelah mendengarkan pengumuman tersebut.

Seperti dilaporkan Reuters, Senin 8 Agustus 2016, sebanyak 27 Walikota dan 31 Pejabat Kepolisian, termasuk dua pensiunan Jenderal telah menyerahkan diri ke Markas Kepolisian di Manila. Mereka menyerahkan diri karena khawatir akan diburu dan ditembak mati.

Pasalnya, Duterte telah menegaskan semua pelaku kejahatan narkoba akan ditembak mati jika menolak menyerahkan diri. Duterte juga menegaskan, dia akan bertindak tegas terhadap siapapun termasuk koleganya jika mereka melakukan kesalahan. Kebijakan Duterte itu telah membuat takut sejumlah pejabat dan aparat keamanan yang selama ini membekingi para penjual narkoba.

Aksi tegas Duterte terhadap para penjahat narkoba sudah berlangsung sejak dia masih menjabat Walikota Davao di Filipina Selatan. Menghukum para pelaku kejahatan narkotika adalah bagian dari program Duterte untuk memberantas narkoba dari bumi Filipina.
Sejak dilantik sebagai Presiden pada 30 Juni 2016 lalu, perang terhadap narkoba yang diluncurkannya telah menewaskan kurang lebih dari 800 orang.

Pada Minggu 7 Agustus 2016 lalu, Duterte tak sungkan mengumumkan 160 nama pejabat yang dituduh telah melindungi para pengedar narkoba. “Begitu Anda mendengar nama Anda disebut dalam daftar ini, Anda pun dibebaskan dari jabatan Anda sekarang. Semua nama yang saya umumkan tersebut harus segera melapor ke kantor kepolisian Nasional Filipina dalam waktu 24 jam”. “Jika tidak, saya akan memerintahkan seluruh pasukan bersenjata dan kepolisian untuk memburu Anda,” ujar Duterte dalam pernyataannya usai mengumumkan 160 nama pejabat terkait narkoba.
Pengumumannya itu langsung direspons puluhan pejabat yang namanya masuk dalam daftar 160 orang yang disebut terkait mafia narkoba.

Tak semua nama yang disebut Duterte itu benar-benar terlibat kejahatan narkoba. Oleh karena itu, sejumlah Walikota memutuskan mendatangi otoritas Kepolsian demi membersihkan nama mereka dari tuduhan.
Sementara puluhan pejabat lainnya yang namanya masuk daftar Duterte, sampai saat ini masih belum menyerahkan diri.
Artinya, sejak tenggat terlampaui, Senin 8 Agustus 2016 siang, para pejabat yang belum menyerahkan diri, secara resmi menjadi buronan kepolisian.

Seorang pengusaha ternama Cebu yang sempat menjadi pelindung penjual narkoba, usai menyerahkan diri ke polisi mengatakan ingin berubah. Dia berharap penyerahan dirinya akan menjadi titik balik dalam hidupnya untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. “Saya ingin berubah,”ujar sang pengusaha Cebu yang namnya tak disebutkan itu.

LEAVE A REPLY