Ketua DPR Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi Kerusuhan Tanjungbalai

Ketua DPR Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi Kerusuhan Tanjungbalai

0
SHARE
Ketua DPR Ade Komarudin memberikan sambutan dalam halal bihalal di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/7). Halal bihalal antara pimpinan DPR dan jajaran Sekretariat Jenderal DPR tersebut untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperingati Idul Fitri 1437 H. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama/16.

Ketua DPR Ade Komarudin meminta masyarakat khususnya masyarakat Tanjungbalai dan sekitarnya tidak terprovokasi. Masyarakat diimbau tetap menjaga persatuan dan mengedepankan sikap toleransi agar tindakan anarkistis tidak terjadi lagi.

“Saya mengimbau semua pihak untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan mengedepankan sikap toleransi antarumat beragama. Jika ada permasalahan, silakan diselesaikan secara hukum dan tidak mengedepankan tindakan anarkisme,” kata Ketua DPR Ade Komarudin di Jakarta, Minggu (31/7/2016).

Hal ini disampaikan Ade merespons aksi anarkisme dan pembakaran sejumlah vihara dan klenteng di Tanjungbalai, Sumatera Utara, Jumat (29/7/2016) malam.

Pembakaran sejumlah rumah ibadah yang dilakukan sekelompok massa tersebut, menurut Akom, telah menciderai wajah Sumatera Utara yang selama ini masyarakatnya dikenal memiliki sikap toleransi yang tinggi.

“Masyarakat Sumut sangat menjunjung tinggi toleransi beragama. Sehingga kejadian ini jangan sampai menciderai sikap toleransi yang sudah dijunjung tinggi masyarakat Sumut selama ini,” katanya.

(Baca: Presiden PKS Sayangkan Kerusuhan di Tanjungbalai)

Lebih lanjut Ketua Umum Depinas SOKSI itu juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh kelompok-kelompok tertentu yang ingin menciptakan ketakutan di masyarakat.

Ade mengapresiasi aksi cepat Kepolisian menghentikan aksi pembakaran rumah ibadah yang dilakukan sekelompok orang.

“Kita bersyukur pihak Kepolisian bergerak cepat menghentikan aksi pembakaran yang dilakukan sekelompok massa sampai akhirnya kondisi di Tanjungbalai benar-benar normal,” tambahnya.

Seperti diketahui, kerusuhan melanda Tanjungbalai pada Jumat (29/7/2016) hingga Sabtu pagi. Sekelompok massa merusak sejumlah vihara, klenteng, dan bangunan yayasan sosial, bahkan delapan unit mobil juga dibakar.

LEAVE A REPLY